Perlawanan rakyat Singaparna terhadap kebijakan Jepang : Blog4

Perlawanan Rakyat Singparna Jawa Barat Terhadap Jepang

Perjuangan  masyarakat Singparna Jawa Barat melawan Jepang di tengah penjajahan tentu menjadi masa yang paling sulit bagi bangsa Indonesia, meski perjuangan tersebut tidak pernah berhenti. Perjuangan ini tentunya menjadi salah satu peperangan terbesar Indonesia yang berusaha mengusir penjajah.

Di era kolonial tentunya  berbagai tindakan dilakukan oleh penjajah yang membuat rakyat Indonesia sengsara dan tertindas. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk dapat membeli kesejahteraan dan kebebasan masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat. Tentunya hal ini dilakukan dengan dukungan berbagai pihak.

Ada tokoh penting yang kemudian  muncul dalam perlawanan rakyat Singparna Jawa Barat terhadap Jepang. Di bawah kepemimpinannya, semakin banyak orang bergabung untuk mengeluarkan dan menekan berbagai sikap kejam penjajah, dalam hal ini Jepang pada saat itu.

Menyangkal gerakan yang memicu perang

Ketika Jepang mulai menguasai wilayah Indonesia, ia tidak hanya membangun kekuatannya, tetapi berbagai budayanya dibawa untuk mempengaruhi rakyat. Anda pasti pernah mendengar atau membacanya. Salah satu budaya yang juga ingin dibangun Jepang adalah memberi penghormatan kepada benderanya.

Tak hanya itu, Jepang juga berusaha memaksa masyarakat Indonesia untuk menyanyikan lagu kebangsaannya. Dengan salam bunga matahari untuk menghormati kaisar Jepang atau disebut sebagai sikeri. Pada dasarnya, dalam agama yang dipercaya orang Jepang, sujud di depan matahari adalah bentuk penghormatan kepada dewa matahari.

Hal itu ditentang dan ditolak oleh bangsa Indonesia, dan pada saat itu Singparna  menjadi salah satu alasan perlawanan rakyat Jawa Barat terhadap Jepang. Sudah pasti keberadaan sikarei juga ditentang oleh banyak ulama yang ada karena mirip dengan gerakan shalat. Sehingga panasnya waktu semakin memperkeruh suasana dan menciptakan masalah yang lebih besar antara Jepang dan Indonesia.

Ada banyak ulama besar yang menentang keberadaan gerakan ini dan  mendesak tentaranya  untuk berperang melawan tentara lawan. Tentu saja, ini dilakukan untuk melindungi kebebasan dan keyakinan agama orang Jepang yang tidak ingin melakukannya. Namun, karena telah begitu ditekankan,  tentara  penyerang akan memperlakukan siapa pun yang tidak ingin melakukannya sebagai pembangkang dan pantas dihukum.

Perlawanan rakyat Singaparna terhadap kebijakan Jepang

Blog :

  1. pacerlinux.com
  2. pakemvalley.com
  3. pandawapr.com
  4. pans25years.com
  5. passiveagressivelunchbags.com
  6. plantercraftbdg.com
  7. polsekbekasitimur.com
  8. proman5jam.com
  9. selkomc.com
  10. sentradev.com
  11. sianiparandpartners.com
  12. ssbindonesia.com
  13. tamansariamarta.com
  14. tombongantuk.com
  15. unitarstudents.com
  16. wpgpark.com
  17. blackboxtix.com
  18. nusunokarya.com
  19. ekagustiwana.com
  20. makandiantar.com
  21. theoffalcook.com
  22. etrashidn.com
  23. mimpiproperti.com
  24. lele-lela.com
  25. bablanja-manado.com

Salah satu ulama yang menolak gerakan Sikarei saat itu adalah KH Joynal Mustafa. Ia dan semua santri Pesanteren Sukamanah rupanya menolak untuk melakukannya, dan singparna memulai perlawanan rakyat Jawa Barat terhadap Jepang  . Juga dikatakan bahwa itu adalah pekerjaan yang melalaikan bagi umat Islam untuk dilakukan di Sikari dan itu harus dihindari.

Tentu saja, KH Joynal Mustafa tidak tinggal diam ketika melihat Jepang menyiksa siapa pun yang menolak gerakan tersebut. Dia mulai mengambil taktik untuk meningkatkan kekuatan sehingga dia bisa memberontak melawan pasukan Jepang. Pasukan dikerahkan dari para santri di Pesantren untuk bisa melawan musuh.

Sebelum  Singaparna terlebih dahulu melawan Jepang di antara rakyat Jawa Barat, penjajah  mengirim anak buahnya untuk bernegosiasi dengan KH Joynal Mustafa agar ia bisa mengerti. Namun ternyata pada akhirnya utusan Jepang tersebut justru terbunuh dan para penyerang marah sehingga memutuskan untuk menggunakan metode yang sulit.

Pada akhirnya, perlawanan masyarakat Singaparna Jawa Barat terhadap Jepang  tidak lagi terhindarkan. Meskipun sebenarnya jumlah tentara pasti banyak yang hilang sehingga pasukan lawan bisa menguasai perlawanan. Ada banyak tentara dari Pesanter yang telah ditangkap oleh Jepang dan dijatuhi hukuman mati karena berbeda pendapat dan tidak mematuhi perintah mereka.

Orang Singparna yang memiliki kebijakan antikolonial

Masyarakat di daerah Singparna sendiri sebenarnya adalah orang-orang yang religius. Sehingga berbagai kebijakan penjajah sebenarnya sangat kontradiktif, apalagi dengan apa yang telah dilakukan dengan berbagai kekejaman. Hal ini sangat tidak sesuai dengan pemahaman agama yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Singaparna, yaitu Islam.

Singparna merupakan  salah satu kendala  perlawanan rakyat Jawa Barat terhadap Jepang yang saat itu banyak orang meninggal dunia akibat kerja paksa. Demikian pula, semua perilaku orang Jepang tampaknya tidak manusiawi. Siapa pun  yang tidak ingin melakukan apa yang diperintahkan dan yang dianggap pemberontak tega melakukan segala kemungkinan untuk menghukum seseorang yang dianggap pemberontak.

Selain itu, lebih banyak kebijakan telah diberikan oleh Jepang dan tidak ada alasan untuk menolaknya. Prinsip tersebut dianggap bertentangan dengan ajaran agama dan bersifat koersif. Sehingga memaksa orang untuk menjalani kehidupan yang sengsara dan tidak memiliki kebebasan untuk bertindak sesuai dengan ajaran agamanya.

Pertempuran perlawanan masyarakat Singparna Jawa Barat melawan Jepang berlangsung selama sekitar satu jam di desa Sukamana. Para prajurit yang dipimpin KH Joynal Mustafa itu membawa pedang dan menunjuk bambu sebagai senjata mereka. Selain mahasiswa, ada juga pasukan dari Kempetai, Garut dan Tasikmalaya. Mereka semua berkumpul untuk melawan penjajahan Jepang tanpa pandang bulu, meskipun pada akhirnya mereka harus dikalahkan.

Untuk mengetahui citra KH Joynal Mustafa

KH Joynal Mustafa, atau yang dikenal sebagai Umri atau Hudaimi semasa kecil, sebenarnya adalah orang biasa. Ia bersekolah di Pondok Pesantren Gunung Pari dan berpindah tempat sebagai santri bandel. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan agama yang lebih dalam dari berbagai guru dan cendekiawan, tentunya.

Setelah bersekolah di beberapa pesantren di Jawa Barat dan karena kecerdasannya, Umri diangkat menjadi asisten Keyai Muttaqien. Umri memiliki keinginan besar untuk dapat mendirikan dan mengelola pesantinnya sendiri. Pada akhirnya, mimpi ini terwujud di wilayah desa Baguer, Singparna. Tentu ini adalah  cerita awal tentang perlawanan masyarakat Singaparna di Jawa Barat terhadap Jepang.

Setelah menunaikan ibadah haji pada 1937, Umri berganti nama menjadi KH Joynal Mostafa. Dia memaksa ilmu agama untuk belajar bahasa Arab sebagai hal kunci untuk dipelajari agar dapat memahaminya dengan lebih mudah. Namun, di pesantrennya juga diajarkan materi tentang sejarah Indonesia dan pertahanan tanah air.

Keberadaan unsur ini diawasi oleh KH Joynal Mustafa oleh intelijen dari penjajah Belanda. Ia masih dipenjara di tangan Belanda. Tentu saja, hal ini disebabkan oleh kritik penjajah terhadap kebijakan yang pada saat itu dianggap bertentangan dengan ajaran agama dan tidak manusiawi.

Dia terus melakukan yang terbaik untuk melindungi agama dan orang-orangnya. Menentang setiap kebijakan dari penjajah sampai Jepang tiba di Indonesia. Kecintaannya pada tanah airnya tidak perlu dipertanyakan lagi. Sebagai pahlawan nasional, ia telah melakukan banyak pengabdian yang telah selesai dan berdampak besar bagi perjuangan bangsa Indonesia.

Perjuangan rakyat Singparna harus berakhir dengan kekalahan. Namun di daerah lain juga banyak terjadi perlawanan bagi penjajah untuk menjalankan kebijakan yang tidak tepat untuk kesejahteraan rakyat.  Berawal dari perlawanan  rakyat  Singparna Jawa Barat terhadap Jepang, perjuangan rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaannya sungguh luar biasa.